BULETIN NUSANTARA

Rabu, 30 September 2026

Perubahan APBD Lombok Timur 2026 Sah, DPRD Ingatkan Pemkab Kejar Target Anggaran


Buletinnusantara.my.id - 
LOMBOK TIMUR — Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2026 resmi disepakati DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kesepakatan ini menjadi penutup rangkaian pembahasan anggaran perubahan sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

Persetujuan tersebut dituangkan melalui Rapat Paripurna II Masa Sidang I Rapat IV Tahun Persidangan 2026/2027 DPRD Lombok Timur, Rabu (30/9/2026). Dalam agenda itu, dewan menyetujui Raperda Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan apresiasi atas proses pembahasan yang telah dilakukan bersama. Menurutnya, penyelesaian pembahasan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Badan Anggaran, pimpinan DPRD, dan seluruh anggota dewan.

Haerul menegaskan bahwa pembahasan anggaran juga menjadi ruang evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah. Berbagai pandangan dan masukan dari DPRD akan dipertimbangkan dalam menentukan langkah perbaikan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik dan penentuan sektor pembangunan yang perlu mendapat perhatian.

Ia berharap hasil kesepakatan anggaran tersebut dapat mendukung pelaksanaan program pemerintah sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan daerah.

Sementara itu, DPRD melalui Badan Anggaran memberikan perhatian pada bagaimana anggaran perubahan tersebut dijalankan. Dalam laporan yang dibacakan Muallani, disebutkan bahwa perubahan APBD secara umum masih mempertahankan struktur dari rancangan sebelumnya.

Perubahan terutama dilakukan pada sejumlah komponen belanja untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang menjadi kewajiban daerah.

Banggar kemudian meminta Pemkab Lombok Timur tidak menunda pelaksanaan kegiatan yang sudah masuk dalam dokumen anggaran. Pemerintah diminta mempercepat realisasi pendapatan maupun belanja agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai dalam sisa waktu tahun anggaran.

Kegiatan yang sedang dikerjakan juga diharapkan segera dirampungkan. DPRD mengingatkan agar pekerjaan yang sudah berjalan tidak tertinggal sampai tahun anggaran berikutnya dan menimbulkan kewajiban baru bagi pemerintah daerah.

Persoalan serapan anggaran di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi perhatian. Pemerintah diminta meningkatkan koordinasi serta pengawasan terhadap OPD pelaksana sehingga setiap program dapat berjalan sesuai rencana dan anggaran yang telah disediakan tidak mengendap.

Tak hanya sektor anggaran, Banggar turut menyoroti pelayanan kesehatan. Pemkab diminta memperbaiki sistem pelayanan, khususnya di rumah sakit umum daerah, sebagai bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan sektor kesehatan.

Sorotan tersebut berkaitan dengan besarnya anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah daerah untuk pembiayaan BPJS Kesehatan. DPRD mendorong agar dukungan fiskal tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Rapat paripurna tersebut dihadiri pimpinan DPRD bersama 40 anggota dewan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkab Lombok Timur.

Setelah perubahan APBD disetujui, perhatian kini tertuju pada tahap pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dituntut memastikan program yang telah dianggarkan benar-benar berjalan, target keuangan tercapai, dan pelayanan kepada masyarakat terus diperbaiki hingga akhir 2026.(red)

Lombok Timur-Lombok Barat Perkuat Pasokan Pangan dan Buka Peluang Ekonomi Baru


Buletinnusantara.my.id - 
LOMBOK TIMUR — Dua pemerintah kabupaten di Nusa Tenggara Barat, Lombok Timur dan Lombok Barat, mulai mempererat kerja sama untuk mengoptimalkan potensi ekonomi sekaligus menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dituangkan dalam Kesepakatan Bersama yang ditandatangani di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (30/9/2026). Ruang lingkup kerja sama mencakup perdagangan dan pemasaran pangan serta hortikultura, pengembangan potensi daerah, UMKM hingga penguatan ketahanan pangan.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan potensi produksi pangan di daerahnya cukup besar. Karena itu, diperlukan dukungan pada sisi distribusi dan pemasaran agar hasil pertanian dapat bergerak lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sektor pertanian sendiri memiliki posisi penting dalam perekonomian Lombok Timur. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah mencapai 27,28 persen.

Namun, produksi pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi cuaca yang dapat berubah dan berdampak pada hasil panen. Pemerintah daerah kemudian menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga keberlanjutan produksi, termasuk membangun fasilitas green house dengan anggaran Rp1,5 miliar.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi lokasi percontohan bagi petani untuk mempelajari teknik budidaya yang lebih terlindungi dari pengaruh cuaca. Salah satu perhatian utama diarahkan pada komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi, seperti cabai.

Tak berhenti pada aspek budidaya, pemerintah juga mencoba memperkuat rantai bisnis pertanian dari tingkat petani hingga pasar. BUMD Selaparang Agro dibentuk untuk mengambil peran dalam sektor agribisnis, termasuk membantu penyerapan hasil panen dan memperkuat jaringan pemasaran.

Haerul berharap kerja sama dengan Lombok Barat berkembang menjadi kemitraan yang lebih luas. Ia menilai masing-masing daerah memiliki keunggulan yang dapat dipertukarkan, termasuk dalam sektor pariwisata.

Lombok Barat yang telah berkembang dengan berbagai destinasi wisatanya disebut memiliki pengalaman yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Lombok Timur.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha. Menurutnya, kesepakatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, bukan hanya menjadi kerja sama administratif.

Ia mengakui perkembangan pariwisata Lombok Barat cukup pesat. Di saat yang sama, pemerintah daerah masih melihat adanya kebutuhan untuk memperkuat ketahanan pangan agar pemanfaatan potensi sektor tersebut dapat berjalan lebih optimal.

Sejumlah program yang telah dikembangkan Lombok Timur pun menjadi perhatian Lombok Barat untuk dipelajari. Di antaranya pengelolaan sektor perikanan dan kelautan serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

Selain pangan dan hortikultura, kerja sama kedua daerah turut diarahkan pada penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), peningkatan akses masyarakat terhadap pangan, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam memperlancar peredaran komoditas, memperluas pasar produk lokal, dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki Lombok Timur maupun Lombok Barat.(red)

MotoGP Mandalika 2026 Makin Dekat, Polda NTB Antisipasi Lonjakan Aktivitas Wisatawan


Buletinnusantara.my.id - 
Lombok Tengah – Menjelang MotoGP Mandalika 2026, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai meningkatkan langkah antisipasi di kawasan wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas. Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian aparat.

Kegiatan pengamanan awal dilakukan melalui patroli pada Selasa (29/9/2026). Personel kepolisian memantau kondisi kawasan sekaligus menyambangi sejumlah warga yang beraktivitas di sekitar pantai.

Tak sekadar berkeliling, petugas memilih berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pedagang, juru parkir, pelaku usaha, dan warga setempat diajak berdiskusi mengenai situasi di lingkungan mereka.

Dari pertemuan tersebut, polisi menyampaikan sejumlah pesan mengenai pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Pola pendekatan tersebut menjadi bagian dari Operasi Cipta Mandalika Rinjani 2026. Kegiatan ini dilakukan sebelum memasuki operasi pengamanan MotoGP secara penuh yang dijadwalkan berlangsung melalui Operasi Mandalika Rinjani 2026 pada 5 hingga 16 Oktober 2026.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan pengamanan tidak menunggu hingga pelaksanaan balapan dimulai. Menurut dia, kondisi keamanan perlu dipersiapkan lebih awal melalui kegiatan pencegahan di lapangan.

“Jadi sebelum Ops Mandalika Rinjani 2026 yang mulai dilaksanakan pada 5 Oktober hingga 16 Oktober 2026, polisi melakukan upaya cipta kondisi kamtibmas melalui Ops Cipta Mandalika Rinjani 2026,” ujar Kholid.

Ia menambahkan, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga situasi tetap terkendali. Selain memperlihatkan kehadiran polisi, metode tersebut memungkinkan petugas memperoleh informasi mengenai kondisi wilayah secara langsung dari warga.

Langkah preventif itu juga diarahkan untuk mengenali potensi gangguan keamanan sejak dini, terutama di tengah kemungkinan meningkatnya pergerakan wisatawan dan kegiatan ekonomi di sekitar destinasi wisata Mandalika.

Momentum MotoGP diperkirakan membuat sejumlah kawasan di Lombok Tengah menjadi lebih ramai. Kondisi tersebut mendorong kepolisian untuk mengingatkan seluruh pihak agar ikut menjaga lingkungan dan tidak mengabaikan aspek keamanan di tengah meningkatnya aktivitas.

Polda NTB berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap tertib. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kawasan Mandalika diharapkan tetap aman dan nyaman selama kunjungan wisatawan hingga seluruh rangkaian MotoGP Mandalika 2026 selesai.(red)

Polda Banten Datangi Lokasi Misterius di Cilegon, Puluhan Wadah BBM Ditemukan Kosong


Buletinnusantara.my.id - 
Cilegon – Sebuah area di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, diperiksa aparat Polda Banten menyusul adanya informasi yang mengarah pada dugaan penyimpanan bahan bakar minyak (BBM).

Pemeriksaan dilakukan tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten pada Senin (28/9/2026). Untuk memastikan kondisi kawasan tersebut, petugas terlebih dahulu melakukan pengamatan dari udara dengan bantuan drone sebelum melanjutkan pemeriksaan di darat.

Setelah berada di lokasi, petugas mendapati area tersebut dalam keadaan kosong. Tidak terlihat adanya orang maupun kegiatan yang sedang berlangsung ketika pemeriksaan dilakukan.

Meski demikian, sejumlah wadah berkapasitas besar masih ditemukan di sekitar lokasi. Polisi mencatat terdapat tujuh jerigen, 10 drum, dan dua kempu.

Petugas kemudian memeriksa wadah-wadah tersebut. Hasilnya, seluruhnya ditemukan tanpa isi atau dalam kondisi kosong. Tidak ada BBM yang ditemukan di dalamnya saat pengecekan berlangsung.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima kepolisian sesuai dengan situasi faktual di lapangan.

Menurut Maruli, keberadaan berbagai wadah tersebut menjadi salah satu temuan dalam pemeriksaan. Namun, pada saat petugas datang, tidak ditemukan aktivitas penyimpanan BBM maupun pihak yang berada di lokasi.

Polda Banten mengimbau masyarakat untuk segera memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan BBM. Setiap laporan akan menjadi bahan bagi kepolisian untuk melakukan verifikasi dan langkah penanganan sesuai aturan.

Informasi mengenai dugaan penyalahgunaan BBM dapat disampaikan melalui kepolisian atau Call Center Polri 110.(red)

Tiga Anak Binaan LPKA Tenggarong Terima Beasiswa PIP Tahun 2026


Buletin Nusantara My.Id| Tenggarong 

Sebanyak tiga Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026. Ketiganya merupakan siswa aktif PKBM Puspa Wijaya Kutai Kartanegara yang mengikuti proses pencairan dana PIP di Bank BRI Cabang Tenggarong, Rabu (30/09).


Pencairan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyaluran dana PIP Tahun 2026 sekaligus tahapan akhir setelah proses pembuatan dan aktivasi rekening. Dalam pelaksanaannya, ketiga Anak Binaan hadir langsung ke bank dengan didampingi delapan petugas LPKA guna memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.


Dari tiga Anak Binaan penerima manfaat, satu anak mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A dan dua anak mengikuti Paket B. Program Indonesia Pintar menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memenuhi hak pendidikan peserta didik, termasuk Anak Binaan yang sedang menjalani pembinaan di LPKA.


Kepala LPKA Kelas II Tenggarong, Dat Menda, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung pemenuhan hak pendidikan Anak Binaan melalui berbagai program pembinaan. Hal ini sejalan dengan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam penguatan pendidikan kesetaraan, sehingga Anak Binaan tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


#Kemenimipas #guardandguide #ditjenpas #pemasyarakatan #LPKATenggarong

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Dampingi Menteri Kehutanan Tinjau Flying Squad Tesso Nilo, Perkuat Upaya Pelestarian Gajah Sumatra


Buletin Nusantara My.Id| PELALAWAN 

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., mendampingi Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., dalam kunjungan kerja ke Camp Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Rabu (30/9/2026).


Kunjungan tersebut turut dihadiri Plt. Gubernur Riau Ir. H. Sofyan Franyata Hariyanto, M.T., IPU., Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, serta sejumlah pejabat daerah dan pengelola kawasan konservasi TNTN.

Setibanya di lokasi, Menteri Kehutanan bersama rombongan langsung meninjau Camp Elephant Flying Squad, salah satu unit konservasi yang berperan dalam mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di kawasan Tesso Nilo. 


Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan, sarana pendukung, serta upaya perlindungan satwa yang selama ini dijalankan oleh petugas konservasi.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan memperoleh paparan mengenai tugas dan fungsi Flying Squad yang mengandalkan gajah terlatih untuk membantu pengamanan kawasan hutan sekaligus mengurangi potensi konflik satwa dengan masyarakat di sekitar taman nasional.


Kehadiran Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur Forkopimda Riau menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem hutan di Provinsi Riau. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan konservasi sekaligus mendukung upaya pencegahan kerusakan hutan.


Usai meninjau sejumlah fasilitas dan berdialog dengan pengelola kawasan, Menteri Kehutanan beserta rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Pekanbaru.


Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola kawasan konservasi dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Tesso Nilo sebagai salah satu habitat penting gajah Sumatra di Indonesia***

Menhut Tinjau Restorasi Gambut Bengkalis, Danlanud RSN Tegaskan Kolaborasi Penanganan Karhutla


Buletin Nusantara My.Id| Bengkalis 

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris M.Maritim Pol., M.M.O.A.S. mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam kunjungan kerja meninjau kondisi Karhutla sekaligus Rumah Runding Restorasi Gambut di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (30/9/2026).


Komandan Lanud Roesmin Nurjadin mengatakan kegiatan ini tidak hanya patroli peninjauan titik api kondisi karhutla terkini tetapi juga peninjauan Rumah Runding Restorasi Gambut di kabupaten bengkalis. 


Rumah Runding, Berawal dari Gagasan Restorasi Gambut


Rumah Runding Restorasi Gambut di Desa Tanjung Leban memiliki sejarah yang erat dengan upaya panjang pemulihan ekosistem gambut di kawasan tersebut. Gagasan pengembangannya diinisiasi oleh Dr. Haris Gunawan, yang saat itu menjabat sebagai Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan Karhutla sekaligus pemulihan ekosistem gambut di Provinsi Riau. Dengan semangat gotong royong, seluruh stakeholder terus bersinergi untuk mewujudkan Riau terbebas dari asap.


Di Rumah Runding Restorasi Gambut, Menhut Raja Juli Antoni meninjau langsung kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi akibat kebakaran berulang. Melalui kerja sama berbagai pihak, kawasan tersebut kini menunjukkan proses pemulihan, termasuk tumbuhnya kembali tanaman-tanaman endemik.


“Ini dulu adalah tempat di mana kebakaran berulang terjadi dan terjadi degradasi gambut. Namun, berkat kerja sama dengan semangat bergotong royong jajaran Forkopimda Provinsi Riau, daerah yang terdegradasi ini berhasil direstorasi,” ujar Raja Juli.


Menhut menegaskan pentingnya pengelolaan gambut berbasis sains, penguatan pencegahan Karhutla dari tingkat hulu hingga tapak, serta pelibatan aktif masyarakat desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA).


Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga ekosistem gambut, mencegah Karhutla, dan mewujudkan Riau bebas asap.


Turut mendampingi Menteri Kehutanan, Pj. Gubernur Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, serta jajaran Forkopimda Provinsi Riau lainnya.

Patroli Malam Koramil Giritontro, Jaga Situasi Wilayah Tetap Aman dan Kondusif


Buletin Nusantara My.Id| Wonogiri 

Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Koramil 09/Giritontro Kodim 0728/Wonogiri, Sertu Basuki, melaksanakan patroli malam cipta kondisi di wilayah Kecamatan Giritontro, Selasa malam (29/9/2026).


Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan dengan menyasar sejumlah tempat keramaian yang masih beraktivitas pada malam hari. Sertu Basuki dalam pelaksanaannya didampingi anggota Polsek serta Linmas, sebagai bentuk sinergi aparat dalam menciptakan suasana wilayah yang aman, tertib dan kondusif.


Dari pantauan di lapangan, personel gabungan melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus memastikan aktivitas warga pada malam hari dapat berjalan dengan nyaman.


Melalui patroli cipta kondisi secara rutin, Koramil 09/Giritontro bersama Polsek dan Linmas terus memperkuat sinergitas dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas serta semakin meningkatkan rasa aman masyarakat Kecamatan Giritontro.


(Agus Kemplu)

Selasa, 29 September 2026

KOTI MPC PP KOTA PEKANBARU MENGENANG TRAGEDI G30S/PKI, JANGAN PERNAH MELUPAKAN SEJARAH BANGSA


Buletin Nusantara My.Id| PEKANBARU, - Rabu (30/9/2026) 

Dalam rangka memperingati hari duka bangsa dan menyongsong Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober,KOTI Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali merenungi sejarah kelam Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).


Peringatan ini dinilai krusial agar bangsa Indonesia tidak kehilangan memori kolektif terhadap ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.


Komandan KOTI bung ERI BUKIK mengingatkan bahwa ancaman laten komunisme dan ideologi radikal lainnya masih bisa muncul dalam berbagai bentuk di era modern, terutama melalui penyebaran hoaks dan polarisasi di media sosial. Oleh karena itu, literasi sejarah dan penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi benteng utama bagi masyarakat.dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2026).

"Kami dari KOTI Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru konsisten menolak segala bentuk kebangkitan paham komunis. Kami mengimbau kepada seluruh kader, elemen masyarakat, dan khususnya generasi milenial serta Gen Z di Riau untuk terus mengkaji sejarah, memahami nilai Pancasila, dan menjaga persatuan," tambahnya.


Sebagai bentuk keprihatinan dan penghormatan,KETUA MPC PP Kota Pekanbaru BUNG IWAN P beserta jajaran hingga ke tingkat rayon dan ranting di wilayah Kota Pekanbaru turut mengibarkan bendera setengah tiang dan melaksanakan doa bersama untuk para Pahlawan Revolusi.Langkah ini sejalan dengan tradisi Pemuda Pancasila yang selalu hadir garda terdepan dalam mengawal dan mempertahankan Pancasila.


Dandema KOTI MPC PP KOTA PEKANBARU,RAYANTO menegaskan bahwa sejarah kelam bangsa tidak boleh dibiarkan terulang, apalagi dilupakan oleh generasi penerus.

"Sejarah bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dipelajari. Jangan pernah melupakan sejarah bangsa, terutama pengkhianatan dan kekejaman PKI yang telah merenggut nyawa para Pahlawan Revolusi.Melupakan sejarah berarti kita mengkhianati darah dan air mata para pahlawan yang telah gugur demi mempertahankan ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI," ujarnya Rayanto !!!


Menutup pernyataannya,Komandan KOTI MPC PP Kota Pekanbaru mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum 30 September dan 1 Oktober sebagai refleksi bersama dalam memperkokoh toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air.


"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dan belajar dari kesalahan masa lalunya. Mari kita jadikan sejarah sebagai kompas untuk melangkah ke masa depan Indonesia yang lebih baik, berlandaskan Pancasila," pungkasnya.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Dampingi Menteri Kehutanan Tinjau Restorasi Gambut dan Pencegahan Karhutla di Bengkalis


Buletin Nusantara My.Id| BENGKALIS 

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., mendampingi Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., dalam kunjungan kerja ke Rumah Runding Restorasi, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada upaya restorasi lingkungan dan penguatan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.


Turut hadir Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Plt. Gubernur Riau Ir. H. S.F. Hariyanto, M.T., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf. Haris Nur Priatno, S.Sos., M.I.P., Bupati Bengkalis, Rektor Universitas Riau, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.


Di lokasi, rombongan meninjau langsung kawasan restorasi sekaligus berdiskusi mengenai berbagai langkah strategis untuk menjaga ekosistem gambut dan menekan risiko Karhutla. 


Kegiatan juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, kalangan akademisi, dan masyarakat.

Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.


 “Pencegahan Karhutla dan pemulihan lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar upaya yang dilakukan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung berbagai program pencegahan Karhutla dan pelestarian lingkungan melalui sinergi lintas sektor di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.


Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kesadaran bersama bahwa upaya restorasi lingkungan dan pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga secara berkesinambungan demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat ***

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done